KKN Tematik Banjar, Mataram

KKN-Tematik Banjar
california
Pengelolaan Lingkungan Wilayah Hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkok
Di Kelurahan Banjar Kec. Ampenan, Kota Mataram,
Nusa Tenggara Barat

Dosen Pembimbing : Indriyatno, S.Hut.,MP.
Mahasiswa :
Akhmad Yani (c1l 009 043) Bisrul Khofi (c1l 009 051)
Bq Anggraini p s (c1l 009 054) Riezky raka ms (c1l 009 029)
Ika Puspita Dewi (c1l 009 055) yudha p (c1l 009 006)
Ngakan Agus T (c1l 009 025) joni setiawan (c1l 009 010)
Abdul Hamid (c1l 008 001) alfithrah fadlin (c1l 009 005)
Syamsul Hidayat (c1l 009 046) rima vera ningsih (c1l 009 037)
Munawar (c1l 009 019) dini lestari (c1l 009 013)
Nuriskawadi (c1l 009 044)

Kamis, 10 Januari 2013
Lombok Post, Halaman 14

BANJAR MAKSIMALKAN SATGAS LINGKUNGAN
Mataram- Warga Kelurahan Banjarong u, Kecamatan Ampenan didorong untuk terlibat menjaga lingkugan. Saat ini, masing-masing lingkungan lingkungan memiliki satuan tugas(satgas) yang akan bersinergi dengan masyarakat.
Lurah banjar, Muzakkir Wallad mengatakan, satgas akan mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Masyarakat dilibatkan dalam semua kegiatan di Lingkungan. “mulai dari membuat biopori sampai pengangkatan sedimen di Kali Jangkok”. Kata Muzakki, kemarin.
Diakuinya, saat ini masyarakat belum sepenuhya terlibat dalam semua kegiatan di lingkungan. Meski demikian, program yang mulai dijalankan sejak 2 tahun yang lalu mulai menampakkan hasilnya. Sungai yang sebelumnya kotor dan kumuh bias bersih. Begitu pula dengan ligkungan di sekitar warga. “warga juga tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ungkapnya. “bila dihitung, tiap lingkungan ada 60 orang yang menjadi satgas lingkungan, “tambahnya.
Saat ini kata Muzakkir, pihak kelurahan tengah mendorong warga di kelurahan banjar memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur-sayuran maupun buah. Bahkan, untk memberikan pelatihan pada warga, pihaknya mendatangkan mentor dosen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram. “ Warga bias mendapat penghasian dari pekarangannya,”Ucapnya.
Di tempat yang sama Dosen KehutananFakultas Pertanian Universitas Mataram, Indriyatno mengatakan, “ setiap warga akan diberikan bibit papaya California untuk ditanam di pekarangannya. Warga juga diajarkan cara mengolh limbah dari peternkan ayam potong maupun kotoran kuda untuk menjadi pupuk organic. “namun juga ada bibit sayauran dari kelurahan yang bias dikembangkan, “Katanya.
Ditambahkan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik mahasiswa Unram juga akan terlibat untuk mendmpingi masyarakat. Beberapa Mahasiswa yang faham budidaya jamur akan mengajarkan kepada warga Kelurahan Banjar. “Kader dengan masyaraka berjalan beriringan, “ Ssambungnya.
Paradigma masyarakat terhadap sampah, lanjutnya, harus diubah. Mereka bias memanfaatkan sampah dari dedaunan untuk kompos. Sementara sampah bahan plastic dimanfaatkan untuk kerjinan. “Memandang sampah dari sudut yang berbeda. Itu yang diajarkan ke warga Kelurahan Banjar.

Sabtu, 12 Januari 2013
Metropolis
Lombok Post, Halaman 13 dan 14

Upaya Kelurahan Banjar Mempercantik Lingkungan (2)
HaSILKAN UANG, SAMPAH PLASTIK JADI REBUTAN

Lingkungan Selaparang Satu di antara lingkungan di Kelurahan Banjar. Lingkungan ini tengah menjadi pilot project pengelolaan sampah sejak dua tahun terakhir. Kondisi lingkungan inipun telah berubah. Sampah-sampah plastic yang dahulu kerap dijumpai sekarang tidak teralihat.
Hanya ada dedaunan saja yang berserakan. Kepala Lingkungan, Sapardi mengatakan, sampah plastic tersebut sudah dibersihkan langsung oleh warga. Sampah ersebut rupanya dikumpulkan untuk diubah menjadi uang.
Lingkunga tersebut memiliki bank sampah. Bank tersebut akan menampung semua sampah plastic masyarakat, untuk selanjutnya diolah. “ warga diberi biku tabungan. Buku tersebut nanti berisi perhitungan sampah pelastik yang dijual, “Katanya.
Pola bank sampah yang dikembangkan di lingkungan ini terbilang praktis. Sampah bungkus mi, kopi, maupun makanan ringan tidak dibiarkan lama menumpuk. Setelah dibersihkan sampah tersebut langsung diolah.
“sekarng mereka tidak mau membuang sampah plastic, sampah daun juga tidak dibiarkan tergelatak. Warga di Sembilan RT menggalakkan pembuatan biopori. Lubang biopori kemudian diisi dengan dedaunan kering. Daun tersebut yang kemudian menjadi kompos organic.
Fungsi biopori yang dibuat warga tersebut sebenarnya unuk meresap air yang menggenang. Maklum, lingkungan selaparang selama ini dikenal langganan genangan setiap hujan turun. “sekarang genangan tersebut langsung masuk ke biopori,” Lanjutnya.
Pengembangan kompos organic mealalui lubang biopori ini akan kian lengkap dengan pengembangan pupuk organic kering dan cair yang di lingkungan setempat.
Kader Selaparang, Muriyani, mengumpulkan kotoran kuda milik warga yang ada di bawah jambatan Ampenan. Kotoran tersebut kemudian diolah menjadi pupuk. Setelah kotoran tersebut terkumpul kemudian diolah menjadi pupuk. Setelah kotoran tersebut ditumbuhi rumput, selanjutnya dicampur dengan sekam padi.
perbandingan campuran empat karung pupuk organic dicampur satu karung sekam padi. Tidak hanya dari kotoran kuda, kotoran sapi juga ikut diolah. Karena jarak pemilik sapi jauh, focus utama pada saat ini pada kotoran kuda.
Tidak hanya pupuk orgik kering , ibu ini juga mengembangkan pupuk organic cair yang berasal dari limbah ayam. Kotoran ayam tersebut dimasukkan je dalam bak penampungan khusus.
Limbah rumah tangga seperti nasi, buah, dan sayur juga tidak luput untuk diolah menjadi pupuk. Disediakan satu drum khusus yang menampung limbah rumah tangga. “Apapun yang bias dikelola menjadi pupuk, akan diolah,” ucapnya.
Rupanya pupuk organic ini yang kemudian menjadi sumber bibit poho, sayuran dan buah yang kan disebar ke masyarakat. Lombok, pare, papaya dan salam. Dikatakannya, focus utama produksi tersebut untuk pembibitan tanaman obat. Dibudidayakan kunyit putih, kencur, jahe merah, buah naga, dan jeruk nipis. “yang ditanam itu tanaman obat. Karena nanti dimanfaatkan untuk jamu tradisional. Jamu tersbut bsa dimanfaatkan unutk masyarakat sendiri atau dijual,”akunya.

Minggu, 13 Januari 2013
Lombok Post, Halaman Metropolis 9-10
Upaya Kelurahan Banjar Mempercantik Lingkungan (3-Habis)
SAMPAH PLASTIK DIBUAT BARANG KERAJINAN

Usai melihat aktifitas warga mengolah pupuk dari kotoran hewan dan bahan-bahan limbah dapur, Lurah Banjar, Muzakkir Walad, bersama Kepala Lingkungan Selaparang Sapardi dan Dosen Fakultas Program Studi kehutanan Fakultas pertanian Universitas Mataram (Unram) Indriyatno mengajak koran ini ke salah satu salon di lingkungan Selaparang. Salon tersebut menjadi tempat masyarakat merangkai barang kerajinan dari sampah.
Tidak beberapa lama duduk di sana, penghuni saln tersebut mengeluarkan tas . taplak meja, sandal, dompet, ingga bantal. Dari jauh barang-barang yang dikeluarkan Nampak biasa saja. Setelah diamati lebih dekat ternyata barang-barang tersebut terbuat dari bungkus kopi. “ kalo diperhatikan baik-baik, baru kelihatan merek bungkusnya, “kata kader Lingkungan Selaparangm Muriani.
Siapapun tidak menyangka kalau bungkus kopo, bungkus makanan ringan, dan bungkus mi instan bias menjadi barang berharga seperti dompeet, tas maupun aplak meja. Masyarakat menjual bungkus kopi seharga Rp. 1000,- untuk 100 bungkus. Semntara pelastik dari mie instan maupun bungkus makanan ringan dicacaah dan dihargai Rp. 5000/ kg. “cacahan itu yang emudian menjadi isi bantal,” Sambungnya.
Sri mulyani dari dari Badan Pelaksana Penyulus Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kota Mataram menuturkan, untuk pembuatan barang kerajinan dari bahan dasar sampah plastic, Ibu Rumah tangga di Lingkungan Selaparang tidak berjalan sendiri. Ada Lombok Kreatif yang mengajarkan cara pemanfaatn sampah plastic.
Sebelum dirangkai menjadi berbagai macam kerajinan, terlebih dahulu plastic tersebut dipilah. Plastic dengan kondisi utuh dan baik dikumpulkan . khusus untuk membuat tas maupun dompet, yan banyak dipakai bungkus plastic kopi. Ujung bungkus bagian atas dan bawa dipotng. Disisakan bagian tengah bagian bungkus yang terfapat logo. “Kemudian menentukan motifnya apa. Nanti dilipat-lipat bungkus-bungkus itu, “terangnya.
Plastic bekas bungkus kopi tersbut kemufian dirangkai dengan benang. Motif yang yang dirangkai secara terpisah , kemudian disambung dengan benang. Tidak mengherankan, motif yang tercipta pada dompet maupun dompet begitu rapi. “tidak aka nada yang menyangka kalau ini dari sampah plastic, “Ujarnya.
Ditambahkan, untuk pelastik lain seperti bungkus mi instan maupun bungkus makanan ringan ada yang dicacah , ada juga yang dibuat untuk sandal. Untuk yang dicacah sendiri tidak rumit. Plastic yang dicacah adalah bungkus-bungkus yang kurang layak dipakai membuat tas maupun dompet. “tidak sulit untuk membuat kerjinan ini. Dua hari belajar saja sudah cukup, “lanjutnya.
Lurah banjar , Muzakkir Walad mengatakan, meski telah berjalan, program di masyarakat untuk menjadi produk perlu dukungan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Program pemanfaatan sampah sekaligus mendukung program Gerakan Lingkungan dengan Sampah Nihil (LIsan)., serta mengjar piala adipura . sampah yang selama ini banyak menumpuk di sungai dan berserakan di Lingkungan sudah dimanfaatkan. Hasil kerajinan karya warga yang mendapt dukungan Lombok Kreatif pun tidak sia-sia. Salah satu hotel sudah memesan taplak ang terbuat dari bungkus kopi.
Sola pemasaran produk kerjinan sendiri, Lombok kreatif tidak hanya berkomunikasi dengan konsumen local. Konsumen mancanegra sudah menyatakan ketertarikan pada produk-produk dari daur ulang sampah plastic. “yang sudah menytakan minat dari Australia, “Sebutnya.
Diakuinya, hasil kerjinan tersbut tanpa difasilitasi pemasaran, akan membuat para pengraji kecewa. Dengan kepastian pemasaran serta sasaran konsumen, ia optimis semakin banyak masayarakat yang mau membawa sampah ke bank sampah. “mereka cukup bawa buku ini. Setoran sampahnya dicat.,”imbuhnya sembari menunjukkan tabungan ke Bank Sampah.(*).

Minggu, 20 Januari 2013
Lombok Post
BANJAR KAMPANYEKAN KARDUS
Mataram- Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan terus mengampanyekan Gerakan Hidup Bersih dan Sehat (Kardus). Program yang sudah berjalan dua tahun ini, itu ntuk mendukung program Gerakan Menuju Lingkungan Sampah Nihil (LISAN) yang dicanangkan Pemkot Mataram. “Kami juga ingin mewujudkan kampong wisata di kota MAtaram “Kata Lurah Banjar Muzakkir Walad.
Program program kardus dilaksanakan dengan memanfaatkan barang-barang yang dianggap tidak bermanfaat menjadi barang yag bernilai ekonomis. “Sebenarnya, kardus ini adalah bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan sampah, “Katanya berfilosofi.
Program kardus ini terbagi ke dalam dua kategori. Pertama Kardus Kreasi, dimana masyarakat berkreasai menghasilkan aneka kerajinan berbahan sampah plastic. Plastic yang digunkan biasanya yang tidak dimasukkan ke Bank Sampah. Seperti, plastic kemasan makanan ringan, kopi, shampoo dan sejenisnya. “Semua kemasan plastic itu dikreasikan menjadi barang bermanfaat. Misalnya tas, alas piring makan, dompet dan sebagainya, “Katanya.

Minggu, 20 Januari 2013
Lombok Post

KADER PKK DITUNTUT KREATIF
MATARAM- Ketua tim penggerak PKK Kota Mataram, Hj Suryani Ahyar Abduh meminta para kader PKK meningkatkan kemandirian dan kreatifitasnya. Dia mengaku bangga dengan kader PKK di Lingkungan Selaparang, Kelurahan banjar, Ampenan yang terus menggerakkan warga untuk hidup bersih dan sehat.. “Jadi jangan hanya berharap insntif. Mari tingkatkan kemandirian dan kreativitas katanya, “katanya saat berkunjung ke lingkungan itu kemarin.
Pada kesempatan itu, istri Wali kota mataram ini menyerahkan bantuan lima set lat pembuat biopori. Dalam kesemptan itu dia menyempatkan diri melihat kerjinan yang terbuat dari sampah plastic. Warga Lingkungan Selaparang, Kelurahan BAnjar Ampenan menyulap sampah bekas kemasan plastic menjadi kerjainan yang cantik. Banyak tas, hiasan, alasa makanan, dan lainnya dipamerkan di temapt pembuatan kerajinan itu.
Rombongan juga berkesampatan melihat rumah jamur yang baru sebulan dibangun. Rumah jamur itu dibangun warga bersama mahasiswa KKN-T Unram. Secara simbolis, Suryani juga menanam pohon nangka di pinggir bantaran Sungai JAngkok.

Leave a Reply